ADE
Blog Universitas Komputer Indonesia

Untuk selamat Natal

Sekitar setahun yang lalu, sekitar waktu ini, Spanyol sedang mempersiapkan Natal khusus. Berbeda. Sedih.

Tragedi (kemanusiaan, kesejahteraan dan ekonomi) yang dialami pada tahun 2020 membekukan hati kita dan kemajuan gelombang kedua membuat kita menjadi pertanda bahwa kita harus menjalani Natal yang menyedihkan. Dengan jalanan setengah bensin. Tanpa menunggang kuda, atau dengan pengganti tidak cocok untuk anak-anak. Tanpa ritual sederhana - dan sekaligus magis - berbagi meja, taplak meja, anggur, dan tawa dengan orang yang kita cintai ... dan dengan saudara ipar.

Sayangnya itu. Pembatasan perjalanan antarkomunitas dan jam malam membuat banyak orang tidak dapat bepergian atau harus bertemu satu sama lain dalam panggilan video yang menyedihkan. Banyak kakek-nenek tidak dapat memeluk cucu-cucu mereka. Banyak cucu menderita karena kurangnya kehangatan cucu mereka.

Untuk sekitar 200.000 dari mereka itu adalah Natal terakhir mereka. Mereka sebagian besar sendirian. Situasi ini tidak boleh, tidak boleh terulang. Untuk orang tua kita ... dan untuk cucu kita.

Setahun yang lalu, 20.296 orang telah dirawat di Spanyol karena virus corona, 3.125 di antaranya berada di ICU, dan tentu saja nol divaksinasi.

Hingga kemarin, 2.180 orang telah dirawat, di antaranya 427 di ICU, dan sekitar 80% dari total divaksinasi di Spanyol.

Kami telah datang jauh. Kami telah melakukan upaya kolektif yang luar biasa sebagai sebuah bangsa, dan sekarang kami ingin, kami membutuhkan, kami pantas mendapatkan penghargaan kami.

Bukan Natal biasa, bukan. Itu sudah diterima begitu saja.

SELAMAT NATAL.

Kita membutuhkan "reset" nasional. Spanyol sedih. Kami menyeret kepala kami, kami bergerak maju, kami bergerak maju. Tapi kesedihan dan ketidakpastian ada di hati kita. Kami tidak mengerti bahwa jika semuanya berjalan jauh lebih baik (siapa yang berani menyangkalnya?) Kami tidak memiliki hak untuk bersukacita. Kegembiraan itu hari demi hari dicuri dari kami oleh otoritas kami, media kami, para ahli kami. Tampaknya bagi mereka tidak ada yang berubah.

Tapi ada yang berubah, ya. Selain data epidemiologi (menjadi lebih baik) kesehatan mental kita telah berubah menjadi lebih buruk. Anak muda menanggung akibatnya. Orang tua menderita ketakutan. Konsultasi psikiatri dan psikologi sudah penuh. Bunuh diri meroket tidak seperti sebelumnya.

Pandemi virus sudah tidak ada lagi, sudah lama menjadi sejarah. Pandemi sosial dan mental ada di sini. Keuntungan yang kami miliki adalah bahwa untuk kesempatan ini kami memiliki perawatan. Dan itu sangat sederhana. Kami tidak ingin ansiolitik, kami ingin tertawa.

Oleh karena itu marilah kita menuntut semua orang yang memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan pidato suram, untuk tersenyum dan memimpin Natal Sukacita ini. Kami telah mendapatkannya.

Rekomendasi Swab Test Jakarta

Swab Test Jakarta yang nyaman

 

Rekomendasi Swab di Kantor

 

Swab PCR yang nyaman

Swab PCR yang nyaman

 

Ayo Tes PCR

 

Rekomendasi PCR Jakarta

Rekomendasi PCR Jakarta

 

Rekomendasi Swab Test Homecare

Swab Test Homecare yang nyaman

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 17 November 21 - 10:56 WIB
Dibaca sebanyak : 165 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback